Sabtu, 17 September 2016

Gitar,Tuhan dan Agama

Wuih agak nyeleneh ni
Masa remaja umur 14 taun mikir gini

Yap, beberapa orang akan melihat setiap orang awalnya tentu dengan sebelah mata. Ya, karena manusia senang hidup bersama ilusi. Sama kyk yg bakal gw post di entri ini, Gitar,Tuhan dan Agama

Jujur, sebagai seorang Kristen Katolik, dulu gw memandang perbedaan dahulu dari tiap - tiap agama, ya karena dari dulu pasti kaum minoritas menjadi kaum tertindas dan pada saat itu gw masih bocah dan belom ngerti apa - apa :v. Karena di rumah w gaada tv kabel ya apadaya gw nonton acara tv Indonesia dari yang level 0 - 100 :v, gua jadi sering nonton mulai dari Mahabharata yang adalah kisah epic Hindu dan Khazanah yang membuat sekarang gua berpikir independen #janganadadebatdisni

Dari semua tontonan itu, gw bisa melihat dan mengamati (bukan menilai) kalau sebenernya semua agama basicnya sama, dan gaada yang salah dan di entri ini, gua akan menggabungkan Tuhan, Agama dan Gitar. Yang mirip dikit nih

Sebagai warga NKRI, tentu kita sadar bahwa kita percaya pada satu Tuhan, Tuhan yang Esa. Nah bagi yang masih berpikir bahwa hanya Tuhan ku yang paling benar, sekarang ubah paradigma kalau sebenarnya semua Tuhan dalam semua agama itu sama, untuk pembuktian nanti aja. Kalau dikaitkan dengan gitar/musik ini ada hubungannya dengan Chord

Dalam Chord gitar, ada yang namanya senar Bass (dasar) , anggap senar sebagai Tuhan yang berarti bahwa Tuhan adalah dasar dari setiap Agama. Selanjutnya dalam senar - senar yang lain bisa dibunyikan dengan style dan bunyi yang berbeda. Dan dari bunyi yang berbeda ini adalah Agamanya misal bahwa memainkan Chord Eminor anggap chord eminor sebagi suatu agama lalu ada chord Eminor7 anggap itu sebagai agama lain dan ada lagi E7 atau mungkin E saja, itu sudah cukup bahwa dalam musik saja ada pembuktian bahwa dasar daripada semua agama adalah satu Tuhan dan Tuhan yang sama.
-cicaksakti,2016

Sabtu, 13 Agustus 2016

Request Design

Bagi pembaca setia blog cicak sakti
dan ingin gue untuk mendesain beberapa desain yang kalian ingin kan
bisa request lewat

Line :
lennonwicak
Ig:
@wicak._

Atau langsung saja di kolom komentar
-cicaksakti,2016-

Specta Culture - Cerpen

kawan - kawan Spartans yang mau download contoh desain gue bisa diunduh di link di bawah ini
masih format psd, berarti masih bisa diubah dulu
kira - kira gini
masih ada yang kurangsih, kurang rapih :v
font udah ada di sediain juga di link yang beda
font : bebas neue
https://drive.google.com/open?id=0B6UDcBSf45DWLXVSOHc5NnM5UTg
Desain :
https://drive.google.com/open?id=0B6UDcBSf45DWSWl0VXdTdThvYkE

Desain Wallpaper laptop

kira - kira ya gini

Tema :
Psychedelic 
Neo - psyche
delic desgin
Asal desain sih 
Tipografi

Link 

Jumat, 12 Agustus 2016

Senior yang junior

Jujur, ini berdasarkan pengalaman pribadi gue sendiri. Terutama saat gue pernah menjadi seorang junior dan kini sekarang gue adalah seorang senior di sekolah menengah pertama. Namun  apakah arti dari senior itu?
Banyak orang yang berkata bahwa senior adalah orang yang "dianggap" lebih dewasa dibanding yang lain.
Namun apakah itu menandakan pengalaman "lebih banyak" menandakan kedewasaan seseorang, mungkin akan menjadi 'ya' apabila orang tersebut dapat belajar untuk menjadi lebih baik. Tapi apa jadinya bila orang yang mengaku 'lebih' dewasa dan orang yang beranjak menuju pengakuan 'dewasa'. Mungkin di sini terdapat berapa kalimat yang sulit dimengerti.  Menurut gue, konsep dasar kedewasaan itu gak diukur dari umur dan kelas melainkan :
1.kesadaran
2.Sikap
3.Pikiran
4.Spiritual
Penjelasan menurut gue akan jadi gini
1.Kesadaran
Apa hubungan dari kesadaran dan kedewasaan?, oke untuk hal ini gue sepakat bahwa umur menjadi acuan dalam kedewasaan. Tapi, jika kita tau berapa umur kita maka kesadaran akan usia tersebutlah yang membuat kita ini dewasa contoh kasus : Anak kelas 9 ketemu sama anak kelas 8, ngeliat anak kelas 8 sering ngomong kasar, dulu anak kelas 9 ini pas kelas 8 juga sering ngomong kasar ke kakak kelasnya, anak kelas 8 ini ngatain anak kelas 9 misal, "Br*ng**, T**, dan omongan lainnya. Apa yang harus dilakukan si anak kelas 9 ini, sakit hati, atau bales ngatain  atau lapor guru. Kalau orang yang belajar dari pengalaman dari sudut pandang yang 'ngatain' bukan 'dikatain' maka kita akan bercermin sebagai sosok negatif dan kita akan mencoba untuk tenang lalu mengingatkan tentang hal yang terjadi bila tetap memaki (berbagi pengalaman)  dan ini menurut gue adalah pilihan terbaik, dan gaperlu pake lapor sana sini karena apa, kalo lu pake lapor sana sini berarti lu pake sudut pandang yang dikatain berarti pengecut dan lemah apalagi kalo cowo, dan jangan jadikan itu sebagai bahan 'sakit hati' kenapa? Karena jika terus - terusan sakit hati dan lu gabisa berenti sakit hati  berarti lu ada disudut pandang yang dikatain lagi, tapi mungkin lu lupa kalo pernah ngatain orang

2.Sikap/tindakan
Dalam sikap yang akan gue bahas bukan merujuk pada sikap dewasa kayak apa dan kekanak-kanakkan kayak apa, karena gapapa deh lu udah 16 Tahun masih mainan layangan, mainan perosotan dan hal lain - lain. Mungkin gua tau beberapa remaja jaman sekarang yang 'ngikutin tren' 80% mereka akan membenci sinetron yang cinta - cintaan, genk motor, dan fiksi ikan duyung pacaran lah. Pandangan mereka akan tayangan itu pastinya sangatlah buruk. Tetapi apakah mereka melawan dari yang ada di tayangan itu? liat aja ni mereka bilang tayangan itu bikin anak kecil pacaran, remaja udah menjurus ke - pacaran yang gabener, dan apa? mereka tetep aja bilang tayangan itu bodoh!. Ngikutin gaya - gaya yang menurut remaja itu keren, tapi gaada hal yang mencerminkan kesopanan. mendingan gua jadi diri gua sendiri daripada harus ikutan tren yang gabener (menurut gua) 
3. Pikiran
pikiran dewasa bukan pikiran yang 'porno' melainkan cara pikir mereka terhadap suatu situasi. Kalau dari pengalaman gua,  Pikiran dewasa itu pikiran yang mencerminkan keberanian, teladan dan pemimpin. apa itu keberanian, pikiran seorang anak - anak melihat keberanian pasti adalah suatu tindakan heroik, dan yang patut dicontoh. seiring waktu keberanian seorang manusia tentunya akan berkembang, semakin lama akan semakin terbentuk. Dan tindakan yang 'berani' pun menjadi berbeda dari tindakan berani anak kecil. kalau kita dulu sebagai anak kecil tentunya akan bertindak berani dalam bentuk seperti yang ada di film - film superhero. Tapi kalau udah remaja, tindakan berani akan terbagi jadi dua tindakan, dan pikiran. dan anehnya lagi kedua itu bisa aja jadi dibagi dua lagi , tindakan berani untuk berlaku baik dan tindakan berani untuk berlaku kotor. contohnnya berlaku baik seperti menolong nenek - nenek nyebrang jalanan, mengumpulkan tugas sebelum dateline, dan lain - lain. tapi kalau pikiran berani untuk  berlaku kotor, pacaran udah cium - ciuman padahal masih 12 tahun, nampar guru  dan ngeluarin 3000 lebih alesan kalo ga ngerjain tugas. mungkin pikiran yang jadi teladan itu bisa dalam beberapa contoh, misalnya lu (cewe) mengidolakan Chelsea Islan tapi apa yang harus lu ikutin dari dia? menurut gua lu harus bisa menjadi idola bagi orang lain pula, dan kalau menurut gua lagi, gaperlu lu pada beli - beli barang yang sama dengan kepunyaan dia dan lu malah menjadi dia bukan menjadi lu yang menyontoh dia alias gua menekankan kalu mengidolakan itu contoh-lah karyanya, sikapnya tapi bukan menjiplaknya
4. Spiritual
dewasa secara spiritual lebih gampang dijelasinnya, karena spiritual itu gabakal punya cabang. tapi spiritualitas dewasa adalah kumpulan dari segala hal yang mencerminkan kedewasaan itu sendiri. jadi dengan ketiga bagian di atas tadi akan menimbulkan kedewasaan secara spiritual. meskipun gua juga masih belajar dalam berbagai macam hal di atas, dan gua gamau menyatakan diri sebagai orang yang udah dewasa. orang yang dewasa secara spiritual itu pastinya menjadi idola dan mungkin sebagai 'Kiriman Tuhan' karena dari beberapa agama yang gua sering baca dan pelajari. 'kiriman Tuhan' itu adalah orang yang sudah dewasa secara spiritual karena mereka berani dibenci, berani mati, mau mengampuni dan orang yang seperti itu mungkin aja bisa dibilang sebagai orang yang 'berkarisma'

-Cicak Sakti ,2016-

Gitar dan Manusia

LUCY
Gitar akustik yang mengajari manusia.

Nama yang terlalu feminim bagi gitar ini, ini adalah gitar pertama yang diberikan oleh orang tua saya. ini adalah benda yang pertama kali memotivasi saya menjadi seorang gitaris. Benda yang membuat saya mempelajari apa itu manusia. Segala perasaan saya tertuang dalam benda ini, mulai dari Emosi, tangisan dan Ego saya ada di benda ini. Saat saya mendapatkan gitar ini dari Toko Buku "Gramedia" yang bermerek "Caraya" adalah berasal dari ego saya sendiri, karena ketika itu saya belum begitu paham tentang musik, yang saya tahu hanyalah grup musik The Beatles saja. Hanya karena "bentuk"-nya begitu mirip dengan gitar akustik milik John Lennon dalam Video Klip Beatles "Hello-goodbye" orang tua saya rela membelikan gitar itu pada saya dengan harga kisaran Rp 900.000.  Sesampainya  di rumah, saya memainkan itu serasa seperti John Lennon sendiri dan itu yang membuat saya berpikir

"GUA JOHN LENNON..... PASTI JAGO NI GUAA"
 Lalu saya membawa gitar itu ke sekolah, dan saya bermain dengan rekan se-band saya yang juga penggemar The Beatles kala itu, saat itu adalah ketika saya berumur 12 tahun atau sekitar 3-2 tahun yang lalu, ketika itu saya masih duduk dikelas 6 SD. saya dapat menyombongkan skill saya padahal saya hanya baru bisa memainkan chord - chord dasar dan untuk mengeksplorasi ke chord-chord seperti Eb, G# adalah hal sulit bagi saya. meskipun akhirnya saya berhasil untuk melakukan itu. Tapi dengan kejadian itu saya dapat belajar,
"Orang bodoh akan merasa nyaman ketika tidak ada orang lain yang menyainginya"
 bahkan hanya dengan baru bisa bermain chord-chord dasar seperti itu saya sudah berani meminta sebuah Gitar elektrik. dan disitu adalah bagian dari EGO saya muncul.   

Begitu saya lulus SD, saya dan rekan se-band saya yang melanjutkan studi di sekolah yang sama ketika SD. ya... karena masih satu sekolah, kami membentuk suatu band baru yang hanya terkhususkan dan terfokus pada The Beatles... untuk kisah saya dengan band saya akan dilanjutkan pada entri baru.

Dengan gitar saya yg masih sama yaitu Lucy ini saya dapat menyombongkan kembali skill saya di depan beberapa teman baru saya, yang saat ini popularitasnya saja sudah mengalahkan saya, untuk kisah ini akan ada di entri baru. ketika SMP ini-lah saya mulai mempelajari susahnya menjadi orang egois dan keras kepala dalam bermusik. Karena kebodohan saya dalam mengambil keputusan untuk tetap menjadi anggota band khusus The Beatles, band saya-pun dianggap tidak bermutu dan "culun" dalam bermusik oleh guru-guru saya dan teman - teman saya yang mengikuti zaman. Dan akhirnya-pun saya hanya bisa meluapkan kejengkelan saya terhadap guru-guru dan teman saya dengan gitar ini, ya... dengan cara terus menunjukan "kehebatan" saya yang aslinya adalah "kelemahan" saya... dan karena hal ini terus terjadi. Saya mulai membenci Lucy dan berhenti memainkannya karena tidak ada yang setuju dengan diri saya. dari gitar ini saya dapat mengerti bahwa jika tetap menjadi seperti itu maka tidak akan ada perkembangan

selanjutnya adalah mengenai pelampiasan emosi saya terhadap teman saya dengan Lucy, kejadiannya sekitar 7 bulan yang lalu, ketika sekolah saya mengadakan acara Natalan bersama, setiap kelas wajib membawakan lagu natal untuk dilombakan, ketika latihan dengan band kelas saya, teman saya ada yang menyinggung kepribadian saya yang sangat-sangatlah buruk, yaitu mengigiti benda-benda milik saya, memang hal yang sangat menjijikan, tapi ia menuduh saya mengigiti capo (gitaris pasti tahu) meskipun sebenarnya tidak, ditengah-tengah latian saya mulai berhenti memainkan gitar saya, dan memegang gitar layaknya sebuah pedang/gada dan memukulnya ke sikut teman saya (keyboardis) yang menuduh saya, berkali-kali sampai saya menangis karena dituduh, (ya memang saya sangatlah cengeng) dan akhirnya tangisan sayapun makin menjadi-jadi ketika melihat gitar saya bolong di bagian atasnya. disitulah EMOSI dari saya muncul dan EMOSI dari Lucy juga turut muncul.

Emosi gitar saya adalah ditunjukan dari bagaimana ia bereaksi ketika saya menyalahgunakan gitar ini, ya hancur..... namun apa artinya hancur dan emosi?, artinya adalah disaat manusia mempergunakan orang lain dalam bertindak... dan orang itu sadar bahwa ia disalah gunakan.. maka yang terjadi adalah sakit hati muncul sama seperti gitar saya, ia sengaja merusakkan dirinya padahal saya tidak menggunakan bagian atas body gitar saya.. jika dihubungkan dengan manusia.. maka itu adalah perasaan orang yang disalah gunakan, maka orang itu akan mulai membenci penyuruhnya dan sakit hati.

ini merupakan pengalaman saya dengan gitar akustik saya, menurut saya, pandangan orang - orang akan berbeda dalam mengalami suatu kejadian....  oleh karena itu, manusia dapat belajar dari apa yang sudah ia alami. maka berubah-lah menjadi pribadi yang baik

-Arya Seta- a.k.a. Cicak Sakti