Jujur, ini berdasarkan pengalaman pribadi gue sendiri.
Terutama saat gue pernah menjadi seorang junior dan kini sekarang gue
adalah seorang senior di sekolah menengah pertama. Namun apakah arti
dari senior itu?
Banyak orang yang berkata bahwa senior adalah orang yang "dianggap" lebih dewasa dibanding yang lain.
Banyak orang yang berkata bahwa senior adalah orang yang "dianggap" lebih dewasa dibanding yang lain.
Namun
apakah itu menandakan pengalaman "lebih banyak" menandakan kedewasaan
seseorang, mungkin akan menjadi 'ya' apabila orang tersebut dapat
belajar untuk menjadi lebih baik. Tapi apa jadinya bila orang yang
mengaku 'lebih' dewasa dan orang yang beranjak menuju pengakuan
'dewasa'. Mungkin di sini terdapat berapa kalimat yang sulit
dimengerti. Menurut gue, konsep dasar kedewasaan itu gak diukur dari
umur dan kelas melainkan :
1.kesadaran
2.Sikap
3.Pikiran
4.Spiritual
2.Sikap
3.Pikiran
4.Spiritual
Penjelasan menurut gue akan jadi gini
1.Kesadaran
Apa hubungan dari kesadaran dan kedewasaan?, oke untuk hal ini gue sepakat bahwa umur menjadi acuan dalam kedewasaan. Tapi, jika kita tau berapa umur kita maka kesadaran akan usia tersebutlah yang membuat kita ini dewasa contoh kasus : Anak kelas 9 ketemu sama anak kelas 8, ngeliat anak kelas 8 sering ngomong kasar, dulu anak kelas 9 ini pas kelas 8 juga sering ngomong kasar ke kakak kelasnya, anak kelas 8 ini ngatain anak kelas 9 misal, "Br*ng**, T**, dan omongan lainnya. Apa yang harus dilakukan si anak kelas 9 ini, sakit hati, atau bales ngatain atau lapor guru. Kalau orang yang belajar dari pengalaman dari sudut pandang yang 'ngatain' bukan 'dikatain' maka kita akan bercermin sebagai sosok negatif dan kita akan mencoba untuk tenang lalu mengingatkan tentang hal yang terjadi bila tetap memaki (berbagi pengalaman) dan ini menurut gue adalah pilihan terbaik, dan gaperlu pake lapor sana sini karena apa, kalo lu pake lapor sana sini berarti lu pake sudut pandang yang dikatain berarti pengecut dan lemah apalagi kalo cowo, dan jangan jadikan itu sebagai bahan 'sakit hati' kenapa? Karena jika terus - terusan sakit hati dan lu gabisa berenti sakit hati berarti lu ada disudut pandang yang dikatain lagi, tapi mungkin lu lupa kalo pernah ngatain orang
1.Kesadaran
Apa hubungan dari kesadaran dan kedewasaan?, oke untuk hal ini gue sepakat bahwa umur menjadi acuan dalam kedewasaan. Tapi, jika kita tau berapa umur kita maka kesadaran akan usia tersebutlah yang membuat kita ini dewasa contoh kasus : Anak kelas 9 ketemu sama anak kelas 8, ngeliat anak kelas 8 sering ngomong kasar, dulu anak kelas 9 ini pas kelas 8 juga sering ngomong kasar ke kakak kelasnya, anak kelas 8 ini ngatain anak kelas 9 misal, "Br*ng**, T**, dan omongan lainnya. Apa yang harus dilakukan si anak kelas 9 ini, sakit hati, atau bales ngatain atau lapor guru. Kalau orang yang belajar dari pengalaman dari sudut pandang yang 'ngatain' bukan 'dikatain' maka kita akan bercermin sebagai sosok negatif dan kita akan mencoba untuk tenang lalu mengingatkan tentang hal yang terjadi bila tetap memaki (berbagi pengalaman) dan ini menurut gue adalah pilihan terbaik, dan gaperlu pake lapor sana sini karena apa, kalo lu pake lapor sana sini berarti lu pake sudut pandang yang dikatain berarti pengecut dan lemah apalagi kalo cowo, dan jangan jadikan itu sebagai bahan 'sakit hati' kenapa? Karena jika terus - terusan sakit hati dan lu gabisa berenti sakit hati berarti lu ada disudut pandang yang dikatain lagi, tapi mungkin lu lupa kalo pernah ngatain orang
2.Sikap/tindakan
Dalam sikap yang akan gue bahas bukan merujuk pada sikap dewasa kayak apa dan kekanak-kanakkan kayak apa, karena gapapa deh lu udah 16 Tahun masih mainan layangan, mainan perosotan dan hal lain - lain. Mungkin gua tau beberapa remaja jaman sekarang yang 'ngikutin tren' 80% mereka akan membenci sinetron yang cinta - cintaan, genk motor, dan fiksi ikan duyung pacaran lah. Pandangan mereka akan tayangan itu pastinya sangatlah buruk. Tetapi apakah mereka melawan dari yang ada di tayangan itu? liat aja ni mereka bilang tayangan itu bikin anak kecil pacaran, remaja udah menjurus ke - pacaran yang gabener, dan apa? mereka tetep aja bilang tayangan itu bodoh!. Ngikutin gaya - gaya yang menurut remaja itu keren, tapi gaada hal yang mencerminkan kesopanan. mendingan gua jadi diri gua sendiri daripada harus ikutan tren yang gabener (menurut gua)
Dalam sikap yang akan gue bahas bukan merujuk pada sikap dewasa kayak apa dan kekanak-kanakkan kayak apa, karena gapapa deh lu udah 16 Tahun masih mainan layangan, mainan perosotan dan hal lain - lain. Mungkin gua tau beberapa remaja jaman sekarang yang 'ngikutin tren' 80% mereka akan membenci sinetron yang cinta - cintaan, genk motor, dan fiksi ikan duyung pacaran lah. Pandangan mereka akan tayangan itu pastinya sangatlah buruk. Tetapi apakah mereka melawan dari yang ada di tayangan itu? liat aja ni mereka bilang tayangan itu bikin anak kecil pacaran, remaja udah menjurus ke - pacaran yang gabener, dan apa? mereka tetep aja bilang tayangan itu bodoh!. Ngikutin gaya - gaya yang menurut remaja itu keren, tapi gaada hal yang mencerminkan kesopanan. mendingan gua jadi diri gua sendiri daripada harus ikutan tren yang gabener (menurut gua)
3. Pikiran
pikiran dewasa bukan pikiran yang 'porno' melainkan cara pikir mereka terhadap suatu situasi. Kalau dari pengalaman gua, Pikiran dewasa itu pikiran yang mencerminkan keberanian, teladan dan pemimpin. apa itu keberanian, pikiran seorang anak - anak melihat keberanian pasti adalah suatu tindakan heroik, dan yang patut dicontoh. seiring waktu keberanian seorang manusia tentunya akan berkembang, semakin lama akan semakin terbentuk. Dan tindakan yang 'berani' pun menjadi berbeda dari tindakan berani anak kecil. kalau kita dulu sebagai anak kecil tentunya akan bertindak berani dalam bentuk seperti yang ada di film - film superhero. Tapi kalau udah remaja, tindakan berani akan terbagi jadi dua tindakan, dan pikiran. dan anehnya lagi kedua itu bisa aja jadi dibagi dua lagi , tindakan berani untuk berlaku baik dan tindakan berani untuk berlaku kotor. contohnnya berlaku baik seperti menolong nenek - nenek nyebrang jalanan, mengumpulkan tugas sebelum dateline, dan lain - lain. tapi kalau pikiran berani untuk berlaku kotor, pacaran udah cium - ciuman padahal masih 12 tahun, nampar guru dan ngeluarin 3000 lebih alesan kalo ga ngerjain tugas. mungkin pikiran yang jadi teladan itu bisa dalam beberapa contoh, misalnya lu (cewe) mengidolakan Chelsea Islan tapi apa yang harus lu ikutin dari dia? menurut gua lu harus bisa menjadi idola bagi orang lain pula, dan kalau menurut gua lagi, gaperlu lu pada beli - beli barang yang sama dengan kepunyaan dia dan lu malah menjadi dia bukan menjadi lu yang menyontoh dia alias gua menekankan kalu mengidolakan itu contoh-lah karyanya, sikapnya tapi bukan menjiplaknya
4. Spiritual
dewasa secara spiritual lebih gampang dijelasinnya, karena spiritual itu gabakal punya cabang. tapi spiritualitas dewasa adalah kumpulan dari segala hal yang mencerminkan kedewasaan itu sendiri. jadi dengan ketiga bagian di atas tadi akan menimbulkan kedewasaan secara spiritual. meskipun gua juga masih belajar dalam berbagai macam hal di atas, dan gua gamau menyatakan diri sebagai orang yang udah dewasa. orang yang dewasa secara spiritual itu pastinya menjadi idola dan mungkin sebagai 'Kiriman Tuhan' karena dari beberapa agama yang gua sering baca dan pelajari. 'kiriman Tuhan' itu adalah orang yang sudah dewasa secara spiritual karena mereka berani dibenci, berani mati, mau mengampuni dan orang yang seperti itu mungkin aja bisa dibilang sebagai orang yang 'berkarisma'
-Cicak Sakti ,2016-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar