Gitar akustik yang mengajari manusia.
Nama yang terlalu feminim bagi gitar ini, ini adalah gitar pertama yang diberikan oleh orang tua saya. ini adalah benda yang pertama kali memotivasi saya menjadi seorang gitaris. Benda yang membuat saya mempelajari apa itu manusia. Segala perasaan saya tertuang dalam benda ini, mulai dari Emosi, tangisan dan Ego saya ada di benda ini. Saat saya mendapatkan gitar ini dari Toko Buku "Gramedia" yang bermerek "Caraya" adalah berasal dari ego saya sendiri, karena ketika itu saya belum begitu paham tentang musik, yang saya tahu hanyalah grup musik The Beatles saja. Hanya karena "bentuk"-nya begitu mirip dengan gitar akustik milik John Lennon dalam Video Klip Beatles "Hello-goodbye" orang tua saya rela membelikan gitar itu pada saya dengan harga kisaran Rp 900.000. Sesampainya di rumah, saya memainkan itu serasa seperti John Lennon sendiri dan itu yang membuat saya berpikir
"GUA JOHN LENNON..... PASTI JAGO NI GUAA"Lalu saya membawa gitar itu ke sekolah, dan saya bermain dengan rekan se-band saya yang juga penggemar The Beatles kala itu, saat itu adalah ketika saya berumur 12 tahun atau sekitar 3-2 tahun yang lalu, ketika itu saya masih duduk dikelas 6 SD. saya dapat menyombongkan skill saya padahal saya hanya baru bisa memainkan chord - chord dasar dan untuk mengeksplorasi ke chord-chord seperti Eb, G# adalah hal sulit bagi saya. meskipun akhirnya saya berhasil untuk melakukan itu. Tapi dengan kejadian itu saya dapat belajar,
"Orang bodoh akan merasa nyaman ketika tidak ada orang lain yang menyainginya"bahkan hanya dengan baru bisa bermain chord-chord dasar seperti itu saya sudah berani meminta sebuah Gitar elektrik. dan disitu adalah bagian dari EGO saya muncul.
Begitu saya lulus SD, saya dan rekan se-band saya yang melanjutkan studi di sekolah yang sama ketika SD. ya... karena masih satu sekolah, kami membentuk suatu band baru yang hanya terkhususkan dan terfokus pada The Beatles... untuk kisah saya dengan band saya akan dilanjutkan pada entri baru.
Dengan gitar saya yg masih sama yaitu Lucy ini saya dapat menyombongkan kembali skill saya di depan beberapa teman baru saya, yang saat ini popularitasnya saja sudah mengalahkan saya, untuk kisah ini akan ada di entri baru. ketika SMP ini-lah saya mulai mempelajari susahnya menjadi orang egois dan keras kepala dalam bermusik. Karena kebodohan saya dalam mengambil keputusan untuk tetap menjadi anggota band khusus The Beatles, band saya-pun dianggap tidak bermutu dan "culun" dalam bermusik oleh guru-guru saya dan teman - teman saya yang mengikuti zaman. Dan akhirnya-pun saya hanya bisa meluapkan kejengkelan saya terhadap guru-guru dan teman saya dengan gitar ini, ya... dengan cara terus menunjukan "kehebatan" saya yang aslinya adalah "kelemahan" saya... dan karena hal ini terus terjadi. Saya mulai membenci Lucy dan berhenti memainkannya karena tidak ada yang setuju dengan diri saya. dari gitar ini saya dapat mengerti bahwa jika tetap menjadi seperti itu maka tidak akan ada perkembangan
selanjutnya adalah mengenai pelampiasan emosi saya terhadap teman saya dengan Lucy, kejadiannya sekitar 7 bulan yang lalu, ketika sekolah saya mengadakan acara Natalan bersama, setiap kelas wajib membawakan lagu natal untuk dilombakan, ketika latihan dengan band kelas saya, teman saya ada yang menyinggung kepribadian saya yang sangat-sangatlah buruk, yaitu mengigiti benda-benda milik saya, memang hal yang sangat menjijikan, tapi ia menuduh saya mengigiti capo (gitaris pasti tahu) meskipun sebenarnya tidak, ditengah-tengah latian saya mulai berhenti memainkan gitar saya, dan memegang gitar layaknya sebuah pedang/gada dan memukulnya ke sikut teman saya (keyboardis) yang menuduh saya, berkali-kali sampai saya menangis karena dituduh, (ya memang saya sangatlah cengeng) dan akhirnya tangisan sayapun makin menjadi-jadi ketika melihat gitar saya bolong di bagian atasnya. disitulah EMOSI dari saya muncul dan EMOSI dari Lucy juga turut muncul.
Emosi gitar saya adalah ditunjukan dari bagaimana ia bereaksi ketika saya menyalahgunakan gitar ini, ya hancur..... namun apa artinya hancur dan emosi?, artinya adalah disaat manusia mempergunakan orang lain dalam bertindak... dan orang itu sadar bahwa ia disalah gunakan.. maka yang terjadi adalah sakit hati muncul sama seperti gitar saya, ia sengaja merusakkan dirinya padahal saya tidak menggunakan bagian atas body gitar saya.. jika dihubungkan dengan manusia.. maka itu adalah perasaan orang yang disalah gunakan, maka orang itu akan mulai membenci penyuruhnya dan sakit hati.
ini merupakan pengalaman saya dengan gitar akustik saya, menurut saya, pandangan orang - orang akan berbeda dalam mengalami suatu kejadian.... oleh karena itu, manusia dapat belajar dari apa yang sudah ia alami. maka berubah-lah menjadi pribadi yang baik
-Arya Seta- a.k.a. Cicak Sakti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar